Can You Tell Me? Almost Had You..

Almost..

Haesica🙂

almost

Author : ANJ a.k.a Kanda ArdeLia a.k.a 정애니^^

Tittle :           Can You Tell Me? Almost Had You..

Genre :          Sad –gagal-

Ratting :       G

Type :           Songfict, Oneshoot

Cast :            Jung Jessica and Donghae Lee

Saya kembali lagi dengan SongFic nih, kenapa saya bilang SongFic? Ada yang mau tau? Harus mau yaa, *maksa 😛


Karena tanpa sebab dan akibat yang jelas setelah mendengar lagu ALMOST yang dinyanyikan Jessica, ehh langsung pingin buat FF begini. Sebenernya thu lagu uda kadaluarsa kali yaa.. uda lama amat, tapi begitu saya mendengar di saat membuat tugas #Lhoo? , entah kenapa muncul inspirasi seperti ini😀

Ini FF genre nya GaJe, sumpah!

Mau bikin sad gitu tapi kagak bisa, hahaha.. yaahh beginilah jadi nyaa🙂

Kalo ditelusuri secara mendalam dan mendetail gak nyambung dengan lagu nya, tapi walaupun begitu aku tetap sambung-sambungi. Hahaha😀

Oke sekian opening nya .. oh iya aku buat FF ini dalam jangka waktu gak nyampe 1 jam, hehehe. Jadi mohon dimaklumi jika typo bersebaran dimana-mana😀

Let’s read —>

***

Can you tell me

How can one miss what she’s never had

How could I reminisce when there is no past

How could I have memories of being happy with you boy

Could someone tell me how can this be

How could my mind pull up incidents

Recall dates and times that never happened

How could we celebrate a love that’s to late

And how could I really mean the words I’m bout to say

***

Bisakah anda menjelaskan bagaimana rasanya kehilangan seseorang? Bisakah anda ceritakan bagaimana cara mengingat masa lalu yang tidak pernah ada? Bisakah anda ceritakan padaku?

***

18thApril

Kisah di  hari ulang tahun ku yang ke 20, aku sangat ingat hari itu. Hari dimana ia melamarku. Memintaku menjadi pendamping nya selamanya.

Berawal dari kisah cintaku yang terajut sekitar 4 bulan. Dia mengajak ku bertemu di taman dekat kompleks apartementku. Hari itu musim salju, salju jatuh menutupi seluruh permukaan jalan menuju taman.

Dengan menggunakan sweeter putih dan shall pink aku berjalan menuju taman. Memakai sepatu boots pemberian orang tua ku dari USA, menggandeng tas berwarna Pink. Sebenarnya aku tau dirinya tak menyukai warna pink. Tapi dirinya pun tau aku sangat menyukai warna pink.

“Oppa, mianhae aku telat.”Aku menunduk.

“Annieya, gwenchanna chagi. Kau tak telat.” Ia melihat jam hitam yang melingkar di tangan kirinya. “Kau tepat waktu. Aku yang terlalu bersemangat.” Ucapnya seraya menggaruk belakang kepala nya yang kuyakini tidak gatal.

Aku duduk di kursi putih di taman ini. Aku ingat betul saat dirinya mendekat ke arah ku. Merangkul tubuhku dan mengelus lembut bahu kananku menggunakan tangan kanannya.

Disandarkan kepalanya di bahu kiriku.Dan, “Saengil chukhaehamnida. Saengil chukhaehamnida. Saranghaeyo pretty Sica. Saengil chukhaehamnida.” Aku hanya tersenyum mendengarnya saat itu. Entah kenapa hari ini aku ingin mendengarkannya lagi, walaupun ini bukan hari ulang tahunku.

“Apakah itu hadiah untukku?”

“Ne, lagu itu aku nyanyikan only for you, My Pretty Sica” aku membalikkan tubuhku. Jika dulu aku akan menghadap ke dirinya, sekarang entah aku mengadap ke siapa. Aku tak peduli.

“hanya itu? Tak ada yang lain?” aku ingat, sebuah senyuman terukir di wajah nya, aku tak bisa mengartikan arti senyumannya itu.

Belum sempat aku berpikir tentang arti senyum misteriusnya, ia berjongkok dihadapanku. Menggenggam erat tangan kiri ku. Mengambil sesuatu dari balik saku jaket tebal yang ia gunakan.

“18thApril , hari ulang tahun mu. Ku harap mulai tahun ini di tanggal ini akan kau kenang bukan hanya sebagai hari ulang tahun mu. Karena hari ini, aku Lee Donghae berharap kau akan selalu di sisiku. Will you marry me, Jessica Jung?” aku menutup mataku. Mengingat semua perkataan yang ia ucapkan padaku. Cincin ini, cincin yang masih melingkar indah di jari manis ku, yaa hanya cincin inilah yang bisa membuat ku tenang.

Jika dia mengatakan bahwa tanggal 18th April akan menjadi kenangan yang lebih dari sekedar ulang tahun ku, aku acungkan jempol pada dirinya. Ku akui itu, aku selalu mengingatnya. Entah akan menjadi kenangan baik atau buruk bagiku. Dan nyatanya, sampai sekarang pun aku belum bisa menjawab apakah ini kenangan indah atau justru kenangan suram.

***

16th September

Sudah diputuskan, penikahan kami akan dilaksanakan 1 bulan lagi. 1 hari setelah dirinya genap berusia 23 tahun. Pertemuan orang tua kami berjalan lancar. Sangat lancar. Keduanya, baik orang tua ku atau pun orang tuanya merestui hubungan kami. Senang , itulah yang kurasakan saat itu.

“Chagi, apa kau senang? 1 bulan lagi kita akan menikah.” Taman belakang rumah ku inilah yang menjadi saksi percakapanku saat itu. Dan saat itu juga aku hanya mengangguk.

“Kau tahu apa yang kurasakan sekarang Sica?” aku hanya menatapnya, “Like a dream”

“Like a dream? Mimpi? Oppa, ini bukan mimpi.” Aku mengerucutkan bibirku, aku tau ini seperti anak kecil. Tapi aku tidak mau juga ia hanya menganggap ini semua hanya seperti mimpi. Tunggu, seperti mimpi? Bukankah itu ungkapan bersyukur?

“Hahahaha, sampai kapan kau akan menjadi seperti ini Sica? pelajarin semua arti ungkapan dengan baik dan benar. Kau seperti anak kecil, uhh kau lucu sekali.” Ujarnya seraya mencubit hidungku.

“ahh appooppa.”

Entah muncul dari mana sebuah tawa terukir di bibir ku saat ini, mengingat kekonyolanku pada saat itu. Mengingat betapa kekanak-kanakannya aku pada waktu itu. “I Miss U , Oppa”

***

15th October

Hari ini, tepat tanggal 15th October , hari ulang tahun pria yang sangat berarti bagi hidupku. Pria yang dulu sangat dekat denganku.

*Toktoktoktoktok

Kubuka pintu kamarku, #ceklek “oohh Oppa,”

“Kenapa kau tidak datang ke taman chagi? Bukannya kita sudah janjian tadi pagi” ucapnya lalu menutup pintu kamarku.

“uhh Oppa, aku lelah.” Aku merebahkan tubuhku di kasur.

Dia ikut ke kasur, tapi hanya duduk di tepinya. “Kau tak ingin merayakan ulang tahun ku, eoh?”

“Bukannya tadi aku sudah mengucapkan selamat?”

“Hanya itu?” kulihat ada raut kecewa di wajahnya –saat itu.

“Oppa, janganlah seperti anak kecil. Besok kita akan menikah, bagaimana jika besok saja aku beri hadiah yang lainnya.” Aku mengerling nakal terhadapnya.

Memori akan ekspresi nya sangat terekam jelas di otak ku. Ia tersenyum, “arraseo! Mianhae,” ucapnya cepat.

Itu adalah pertama kali nya aku tak menepati janji. Aku pikir ini hal biasa, karena besok adalah hari pernikahan kami. Jadi itu bukan masalah besar donk? Yaa, begitulah pikiran ku saat itu.Dan sekarang, bodohnya aku baru menyadarinya. Tentu saja itu masalah besar, bagaimana otak ku tak berpikir tentang hal itu. Hari itu hujan lebat, petir beradu kesana kemari. Dan aku membiarkan nya menungguku lama tanpa memberitahu nya bahwa aku tidak akan datang? Woaah, kau sangat ‘pintar’ Jessica Lee.

Jessica Lee? Asing memang. Tapi nama itulah yang aku inginkan. Nama itulah yang seharusnya aku sandang hari ini. Nama yang hampir menjadi milikku, hampir. Hanya hampir. Yaa,, aku harus sadari itu. Karena hingga sekarang nama itu belum bisa menjadi namaku.

***

16th October

Hari yang sangat menjadi sejarah bagi kehidupan ku. Kalian tau mengapa? Di hari ini aku akan menikah dengan dirinya, menikah dengan pria yang selalu aku banggakan. Pria yang selalu menjadi kekuatan ku saat aku lemah. Hanya pria itu. Hanya dia.

Aku sudah berada di ruang tunggu sejak 2 jam lalu, aku menunggu dirinya. Tak ada kabar. Kabar terakhir yang aku tau adalah, dirinya berada di sini bersamaku 1 jam lalu. Sebelum aku menyuruhnya membeli mawar pink.

Berada di tempat ini selalu mengingatkanku akan percakapan terakhirku dengannya.

“Oppa, kita akan menikah sekarang. Aku tak percaya , Oppa. Aku senang. Bagaimana denganmu?”

“Sangat Sica. aku sangat senang Sica. sangat.”

“Hmm,,Oppa. Kenapa tak ada mawar pink di rangkaian bunga ini? Kau kan tau aku sangat suka bunga pink”

“Mianhae Sica. Aku tidak suka warna Pink, hehehe”

“aahh Oppa, aku ingin bunga pink. Aku ingin bunga mawar pink menjadi saksi pernikahan kita.”

“Arraseo, akan kubelikan”

“Gomawo Oppa, aku menunggumu.”

“Aku akan menunggu mu Oppa, tapi kenapa sampai saat ini kau belum kembali? Ini sudah tahun ke-3 kau membatalkan janjimu menikahiku Oppa. Kau kemana? Kau kemana Oppa? Aku minta maaf, jeongmal mianhae. Mungkinkah karena kau tidak suka pink kau meninggalkan ku? Mungkinkah kau kesal dengan sikap egois ku? Mianha Oppa. Aku mohon, kembali.. aku menunggu mu.. Saranghaeyo~”

ceklek,, pintu waiting room ini terbuka. Aku sangat berharap jika itu adalah Oppa. Oppa yang kutunggu selama 3 tahun. Oppa yang aku rindukan.

“Unnie, ayo pulang.. ini sudah malam”

Itu bukan Oppa, itu Krystal –dongsaeng ku. Oppa kau jahat, kau jahat oppa. Kau kemana? Mengapa tak mengabarkanku? Kau jahat Oppa, jahat.

Aku rindu saat-saat kita berbagi, Oppa
Aku rindu cinta mu yang selalu menemaniku, Oppa
Aku rindu waktu yang kita gunakan untuk bercanda dan tertawa bersama, Oppa
Setidaknya dalam mimpiku
Biarkan aku mengambil waktu itu dan mengenang
Aku rindu berada di samping mu, dan nyatanya sekarang kita tidak pernah memiliki
Apa pun yang terjadi pada kami saat itu, aku masih berharap kau kembali padaku
Karena kita hampir sampai, HAMPIR sampai di tujuan kita
Siapa pun pasti akan mengatakan itu tidak mungkin, tapi aku yakin aku bisa melewatinya
aku merindukan mu, aku menunggumu
kenangan itu, tak akan pernah terhapus dari memori ku
kenangan bahwa aku pernah hampir memiliki Anda

***

I cannot believe I let you go

Or what I should say I should’ve grabbed you up and never let you go

I should’ve went out with you

I should’ve made you my boo boy

Yes that’s one time I should’ve broke the rules

I should’ve went on a date

Should’ve found a way to escape

Should’ve turned a almost into

If it happened now its to late

How could I celebrate a love that wasn’t real

And if it didn’t happen why does my heart feel

I missed the times that we almost shared

I miss the love that was almost there

I miss the times that we use to kiss

At least in my dreams

Just let me take my time and reminisce

I miss the times that we never had

What happened to us we were almost there

Whoever said it’s impossible to miss when you never had

Never almost had you

-END-

Jengjeng, bagaimana? Benar-benar aneh dan GaJe kan? Hahaha😀

Rencana awalnya mau bikin effect sad galau gitu, eh tautaunya jadi hancur begini. Hihihihi..

Well, please leave your comment guys , thanks

-ANJ-

Categories: Fanfiction | Tags: , , , , | 12 Comments

Post navigation

12 thoughts on “Can You Tell Me? Almost Had You..

  1. Rahmah

    bagus chingu🙂 cuma sdkit gantung krn ga tw donghae oppa ny kmna:/

    • hehe😀 gomawo chingu udah comment,, awalnya mau bikin sequel. tapi gak tau kapan. spalnya aku masih banyak ada FF drabble gara-gara ulangan nih. hehehe

  2. Lee Sun Ae hsms SONELF

    Ending’x gantung bangeetttt thor,,, nyambung sich ma lagu’x tvi gantung -_-

    Bikin yg bnyax FF cast’x HaeSica thor🙂 Fightingggg

  3. AliyaGorjesspazer

    ga kacau kok,,authorr malah baguss
    meskipun feel nya ga terlalu “ngeh”(?)
    tpi ga apa2 deh qab author masih pemula bkin FF sad..
    HaeSica Yeongwonhiiii =)
    #ditunggu FF HaeSica yg lainnya authorrr..
    Hwaiting😉

  4. azizahsiti8694

    aish chingu tu si donghae nya kemana??? kok sica nunggu 3 tahun donghae nya gak ada terus?? *penasaran*

    Haesicca❤❤

  5. Aaaaa…. daebakk (y)
    Sica eonnie bias keduaku😀
    Almost juga lagu kesukaanku
    Kereen deh

  6. Annisa IceFishie

    Bagus chingu🙂 tapi menurut saya lebih bagus kalau endingnya Donghae tertabrak mobil ketika donghae inging membelikan bunga pink untuk jessica pasti akan sad deh thor🙂

  7. chatarina

    Ini ff nya banguaschingu.. tapi akhirnya kok gantung sich? Doghae nya ilang ke mana chingu? Sequel nya d tunggu ya chingu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: